Sabtu, Januari 17, 2009

PADAGON.....kisah sebuah persahabatan

Mencoba untuk flashback ke 19 tahun silam........dimana ada sesuatu yang sangat berarti sampai sekarang.....itulah

PADAGON adalah sebuah nama yang kami ciptakan saat itu sekitar 19 tahun yang lalu dimana saat itu kami masih duduk di bangku sekolah menengah. PADAGON sendiri adalah kependekan dari PAgas DAmean GONdorejo, dan itu tidak lain adalah tempat masing-masing kami tinggal. Kami tinggal dalam satu lokasi pemerintahan desa , desa yang merupakan bagian dari sebuah kota kecil di utara Kota Malang - Jawa Timur. Lingkungan kami tinggal-pun saling berdekatan meskipun dibedakan nama, Pagas adalah sebuah Komplek TNI AU, Damean dan Gondorejo adalah nama dusun yang ada di desa kami.

Awalnya kami terdiri dari 7 bocah Sekolah Menengah dengan latar belakang yang "sedikit" berbeda, namun kami berdampingan sejak kami belajar di taman kanak-kanak, alias kami satu sekolah mulai dari TK sampai SMA, bahkan beberapa sahabat satu almamater di perguruan tinggi. Perkenalkan nama masing masing dari kami : Agus, Dede', Anto', Okta, Chris, Tri', Liliek, semuanya adalah cowok, meskipun ada satu nama yang terkesan adalah nama cewek. Okta, Liliek dan Chris bertempat tinggal di Komplek TNI AU, Anto' dan Tri' tinggal di Damean sedangkan Agus dan Dede' tinggal di Gondorejo. Yang menarik lagi adalah "kebetulan" orang tua kami berdinas di satu pangkalan udara dan hanya seorang saja yang orang tuanya bekerja di lingkungan pendidikan yang tidak lain adalah di sekolah kami.

Kebersamaan yang kami lewati mulai dari di bangku Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar hingga saat itu sampai di Sekolah Menengah membuat kami semakin sangat dekat dan muncul ide membuat sebuah "gank" yang memang saat itu "cukup terkenal" di lingkungan sekolah. Tentunya, terkenal disini bukan terkenal dari sisi negatifnya melainkan sebaliknya di sisi positifnya. Mulai dari kebersamaan, rasa tolong menolong sampai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan baik ekskul maupun kegiatan belajar mengajar. Bahkan kami semua masuk dalam kepengurusan OSIS saat itu, juga aktif sebagai anggota regu inti Pramuka Gugus depan sekolah kami. Berjalannya waktu, hampir setiap malam kecuali malam minggu diisi dengan belajar kelompok ato belajar bersama, biasanya sich kami belajar di markas kami di Gondorejo yang tidak lain adalah rumah si Agus, tepatnya di kamarnya Agus. Belajar kelompoknya cenderung "tidak efektif" , karena terkadang muncul sifat yang negatif, kalau ada pekerjaan rumah dari sekolah tinggal contoh aja dari sohib yang sudah mengerjakan......tapi itu sich kadang-kadang aja...:-D. Di masa-masa ini juga kami mulai sedikit "mengenal" dengan hal-hal yang negatif, yang populer saat itu sich rokok, kami-pun mulai mencoba-coba barang yang satu ini.......itupun sekedar mencoba, terkadang satu batang rokok untuk rame-rame. Kami-pun mulai menggunakan kendaraan bermotor pada saat akan belajar bersama, padahal siang harinya kalo ke sekolah cuman mengayuh sepeda onthel. Juga mulai mengenal "cimon" cinta monyet.........semuanya kami lewati bersama. Oh ya, begitu mengenal cimon, justru belajar bersama banyak diisi untuk menulis atau membalas surat dari si dia........huh memang-memang, ora nggenah.....:-D
Ada satu kebiasaan kami yang boleh dibilang sedikit positif, kalo lagi nggak ada pekerjaan rumah atau lagi "nganggur" biasanya kami membuat poster di kertas folio, entah ide apa aja boleh dituangkan di kertas folio tersebut, nanti kalo sudah selesai poster tersebut kami pajang di dinding markas kami.

Sampai akhirnya kami dipisahkan oleh sekolah, tepat pada saat setelah kelulusan dari sekolah menengah. Okta, Liliek, Chris dan Tri' masuk dalam satu sekolah menengah atas negeri di kota Malang, Anto' juga masuk di SMAN di kota Malang, Dede' masuk di SMAN di kota Lawang, sedangkan Agus di Sekolah Menengah Kejuruan. Meskipun sekolah kami berbeda tidak membuat persahabatan kami meluntur, walaupun tatap muka dengan sahabat yang lain tidak se-intens sewaktu di sekolah menengah. Di masa SMA ini, Chris pindah rumah ke lingkungan perumahan yang baru di Sundeng, Sawojajar-Malang, Liliek juga pindah ke komplek TNI AU Amarta yang berlokasi tepat di dalam pangkalan TNI AU, Dede' juga terkadang berada di rumah orang tuanya di perumahan yang sama dengan Chris, juga akhirnya masuk-lah Arief ke gank kami, Arief sebenarnya adalah teman SMP kami juga, cuman baru ada "rasa" pada saat dia berada di lokasi perumahan yang sama dengan Chris dan Dede'.
Terkadang, malam minggu kami isi dengan jalan bareng, entah cuman keliling kota ato cuman makan malam nasi goreng made in dhewe yang dilanjutin ngobrol sampai pagi.
Selepas SMA, kami-pun semakin "berpencar", terutama Dede' dan Liliek yang harus banyak menetap di kota Surabaya untuk melanjutkan pendidikan tingginya, sedangkan yang lain masih berada di kota Malang, hanya Agus yang semakin sibuk dengan kegiatan Pecinta Alam dan SAR. Kondisi ini memaksa kami jarang bertemu, hanya satu dua kali saja dalam sebulan kami bisa bertemu itupun tidak semua dari kami hadir, karena saat itu masing-masing dari kami mempunyai kesibukan masing-masing.

Hingga akhirnya, masing-masing dari kami bisa menyelesaikan pendidikan tingginya dan berusaha mendapatkan pekerjaan yang paling "layak". Saat ini masing-masing dari kami sudah menikah dan mempunyai keluarga, masing-masing dari kami sudah dipisahkan oleh lautan yang luas, karena saat ini kami berada di pulau yang berbeda......namun itu semua tidak bisa menghapus rasa persahabatan ini.......hidup PADAGON.

Salam buat sahabat-sahabatku, semoga silaturahhmi ini bisa tetap terjaga selamanya : Liliek "kilil" and family di Sungai Penuh, Kerinci - Jambi ; Okta and family yang ada di Bandung - Jawa Barat, Dede' "sedex" and family yang ada di Surabaya - Jawa Timur, Anto' and family yang ada di Surabaya - Jawa Timur, Arief "korep" yang ada di Tangerang - Banten, cak Agus "dhemit" yang always di Singosari - Malang Jawa Timur, Chris "Li Cheng" and family yang ada di pulau Batam.


"KEEP our FRIENDSHIP"

Tidak ada komentar: